Yuk Wisata Religi ke Makam Sunan Ampel

Makam Sunan Ampel berlokasi di komplek makam yang berada di belakang Masjid Ampel, Surabaya. Kamu akan melewati tiga gapura untuk menuju ke makam sunan ampel ini. Di Gapura pertama, penjaganya akan memberikan larangan untuk para pengunjung memotret makam sunan ampel.

Kamu juga bisa menemukan makam para keluarga dan murid terdekatnya Sunan Ampel di kawasan Makam Sunan Ampel. Gapura apa saja dan makam siapa saja yang terdapat di sekitar makam sunan ampel? Berikut ini beberapa ulasan mengenai makam Sunan Ampel yang terdapat di Surabaya.

Gapuro Madep

panoramio.com
panoramio.com

Pada saat kamu berjalan menuju makam sunan ampel, kamu akan melewati sebuah gapura yang diberi nama gapuro madep. Madep merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti menghadap, maksudnya disini adalah menghadap kiblat.

Makam Mbah Bolong

Mbah Bolong
.panoramio.com

Disekitar makam sunan ampel juga terdapat makam yang lainnya, salah satunya adalah makam mbah Shonhaji atau lebih dikenal dengan nama mbah bolong. Berbica tentang mbah bolong, terdapat sebuah cerita yang cukup menarik, yaitu ketika banyak orang meragukan arah masjid ampel apakah sudah menghadap kiblat atau belum, Mbah Bolong membuat sebuah lubang dengan jarinya dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa masjid tersebut sudah benar menghadap kiblat. Karena melalui lubang tersebut, para santri konon diceritakan bisa melihat ka’bah yang terletak di Mekkah itu.

Entah benar atau tidak cerita tersebut, namun ada yang menyatakan bahwa Mbah Bolong sebenarnya adalah bekas nahkoda kapal. Pada umumnya, para nahkota mengetahui dan memahami tentang ilmu falak. Mungkin saja Mbah Bolong menggunakan ilmunya tersebut untuk menentukan arah kiblat Masjid Ampel.

Gapuro Paneksen

akucintanusantaraku.blogspot.com
akucintanusantaraku.blogspot.com

Tak hanya gapuro madep saja yang ada di kawasan sekitar makam sunan ampel, terdapat juga Gapuro Paneksen. Gapuro Paneksen merupakan gapuro yang melambangkan rukun Islam yang pertama, yaitu syahadat. YYang bunyinya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusannya.

Kompleks Makam Sunan Ampel

panoramio.com
panoramio.com

Ketika kamu memasuki kawasan makam sunan ampel, kamu akan melihat sebuah pendopo yang digunakan untuk tempat berteduh. Selain itu, terdapat pula petilasan sunan kalijaga. Sunan kalijaga dikenal sebagai salah satu wali songo yang suka berpergian untuk melakukan dakwahnya. Sehingga, petilasan sunan kalijaga tidak hanya bisa kita jumpai di makam sunan ampel saja, namun kita juga bisa menemukan petilasan sunan kalijaga hingga di Cirebon.

Untuk makam sunan ampel sendiri terletak bersebelahan dengan makam Dewi Condrowati atau yang lebih dikenal dengan nama Nyai Ageng Manila, yaitu isti pertamanya Sunan Ampel.

Nyai Ageng Manila ini merupakan putri dari Adipati Tuban, yaitu Arya Teja. Sunan Ampel menikah dengan Nyai Ageng Manila dan pasangan tersebut dikarunia anak yang bernama Raden Qosim (Sunan Drajad), Siti Mutmainah (istri Sunan Gunung Jati), Siti Syariah (istri Sunan Kudus), Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang), dan Siti Khafshah (istri Sunan Kalijaga).

Sedangkan, istri kedua sunan ampel adalah Dewi Karimah. Dari pernikahannya dengan Dewi Karimah, Sunan Ampel dikarunai keturunan yang bernama Dewi Murthosimah (menikah dengan Raden Fatah) dan Dewi Murthosiah (menikah dengan Sunan Giri). Menurut riwayat, Sunan Ampel lahir pada tahun 1401 di Champa. Namun terdapat juga versi lain mengenai asal usul Sunan Ampel.

Makam Mbah Soleh

layalli.wordpress.com
layalli.wordpress.com

Ada juga makamnya Mbah Soleh di area makam sunan ampel. Mbah Soleh merupakan orang yang diberi tanggungjawab untuk menjaga Masjid Ampel. Namun, menurut cerita, suatu saat ketika Sunan Ampel keluar untuk melakukan dakwahnya, Mbah Soleh ini meninggal dan akhirnya Masjid Ampel tidak sebersih ketika masjid masih dibersihkan oleh Mbah Soleh. Kemudian, setelah melakukan dakwahnya, Sunan Ampel kembali dan melihat masjid Ampel tidak sebersih ketika Mbah Soleh yang membersihkannya. Selanjutnya, Sunan Ampel memanggil Mbah Soleh, ajaibnya, tiba-tiba Mbah Soleh menemui Sunan AMpel (hidup kembai). Hal seperti ini terjadi hingga sembilan kali. Sehingga, jumlah makam Mbah Soleh sebanyak 9 makam. Setelah Sunan Ampel wafat, Mbah Soleh juga tidak hidup lagi. Wallahualam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *