Apa Kabar Kebun Binatang Surabaya?

Kebun Binatang Surabaya atau yang biasa kita singkat dengan KBS ini berlokasi di Surabaya Selatan, tepatnya di Jalan Setail No. 1 Surabaya. KBS ini merupakan salah satu kebun binatang yang populer di Indonesia. KBS mempunyai berbagai jenis binatang tropis. Selain itu, terdapat pula karantina toxidemi, akuarium, dan ruang nokturama (binatang malam). KBS pernah menjadi salah satu kebun binatang terbesar di Asia Tenggara. Pada saat itu, terdapat lebih dari 300 spesies satwa yang berbeda yang terdiri dari 4300-an binatang, termasuk satwa langka Indonesia maupun dunia, termasuk Reptilia, Pisces, Mamalia, Aves.

KBS pada saat itu merupakan tempat wisata yang menarik dan banyak sekali pengunjungnya. Meskipun saat ini juga masyarakat masih berdatangan untuk mengunjungi kebun binatang ini, namun jumlahnya tidak sebanyak dulu. Faktor yang menjadikan KBS rame pengunjung pada saat itu adalah letaknya yang berada di tengah-tengah kota Surabaya. Selain itu, KBS juga menjadi tempat destinasi wisata bagi warga Surabaya dan sekitarnya untuk mengisi waktu libur bersama keluarga dan bisa digunakan sebagai tempat pendidikan untuk anak-anak. Namun, kondisi tersebut sudah tidak bisa kita jumpai lagi. Ketenaran KBS sudah luntur akibat dari permasalahan internal yang menyebabkan banyak binatang yang mati.

Sejarah KBS

nginepmana.com
nginepmana.com

KBS didirikan jauh sebelum Indonesia merdeka. Pendirian KBS ini berdasarkan atas SK Gubernur Jenderal Belanda pada tanggal 31 Agustus 1916 No. 40. Pada awal pendiriannya, KBS dinamakan“Soerabaiasche Planten-en Dierentuin” atau dalam bahasa Indoneisa mempunyai arti Kebun Botani dan Binatang Surabaya. Pendirian KBS ini merupakan hasil dari jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer yang mempunyai hobi mengumpulkan binatang. Sedangkan Biaya untuk pembangunannya, H.F.K. Kommer mengumpulkan dana dari beberapa orang yang mempunyai modal.

Operasional dan perkembangannya

mongabay.co.id
mongabay.co.id

KBS pertama kali dibuka untuk umum pada bulan April 1918. Pada awal pembukaannya, KBS sudah mengenakan tarif masuk. Meskipun pihak KBS sudah mengenakan tarif masuk,biaya operasional KBS masih belum bisa tertutupi. Biaya operasional yang tinggi dan pemasukan yang tidak terlalu besar mengakibatkan KBS mengalami krisis. Krisis yang dialami KBS menjadi penyebab akan di tutupnya KBS pada saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Juli 1922.Namun, beberapa dari anggota KBS tidak setuju. Selain itu, dalam rapat internal KBS juga diputuskan bahwa KBS dibubarkan. Keputusan tersebut dicekah oleh pemerintah Kotamadya Surabaya pada saat itu.

Karena desakan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kotamadya Surabaya,pada tanggal 11 Mei 1923, diadakan rapat anggota di Simpang Restaurant. Ratap tersebut menghasilkan sebuah keputusan, yaitu untuk mendirikan Perkumpulan Kebun Binatang yang baru, dan W.A. Hompes ditunjuk menjadi pemimpin. Tugasny adalah untuk tinggal didalam kebun dan mengurus segala aktivitas kebun.

Setelah beberapa tahun,tepatnya pada tahun 1927, KBS memperoleh bantuan yang cukup besar dari Walikota DIJKERMAN dan salah satu anggota dewan yang bernama A.Van Genrep mampu membujuk DPR Kota Surabaya untuk memperhatikan KBS. Dengan SK DPR yang dikeluarkan pada tanggal 3 Juli 1927, dibelilah tanah seluas 32.000 m3 dari sumbangan Maskapai Kereta Api (OJS). Sejak itulah luas KBS semakin luas, yaitu sekitar 15 hektar dan diselesaikannya taman seluas 85.000 m2 pada tahun 1940.

Dalam perkembangannya, KBS telah berubah fungsinya. KBS yang dulunya sekedar untuk tempat rekreasi telah berubah fungsi dan dikembangkan fungsinya menjadi sarana pendidikan, perlindungan dan pelestarian, penelitian dan rekreasi. Namun,saat ini kondisi KBS sangat memprihatinkan. Banyak binatang-binatang yang mati karena kelaparan dan penyakit. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai masalah internal KBS dan saat ini KBS menjadi perhatian di seluruh dunia. Kita berharap agar permasalahan yang ada di internal KBS bisa cepat terselesaikan dan kejayaan KBS bisa didapatkan kembali.