5 Keistimewaan Taman Bungkul

Mungkin akhir-akhir ini yang sering kita dengar adalah taman unik yang terdapat di kota Bandung. Namun, ternyata taman yang terdapat di Kota Surabaya, Jawa Timur tidak kalah dengan taman-taman di bandung, bahkan di kota lainnya. Taman-taman di Surabaya merupakan taman yang dibangun Pemkot Kota Surabaya, semasa kepemimpinan Bambang Dwi Hartono hingga wali kota sekarang, yaitu Tri Rismaharini. Diantara taman-taman yang dibangun oleh Pemkot Kota Surabaya, salah satunya adalah Taman Bungkul.

Taman Bungkul Surabaya merupakan taman yang terletak di Jalan Darmo. Taman ini menempati area seluas 900 meter.Pada awalnya, tempat ini hanya menjadi wisata religi Sunan Bungkul. Namun,oleh Tri Rismaharini, yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pertamanan di era Bambang DH itu menyulap Taman Bungkul menjadi taman indah nan mempesona, dan saat ini selalu dipenuhi oleh pengunjung. Bahkan Taman Bungkul ini ditahbiskan sebagai taman terbaik di dunia oleh PBB.

Tidak heran jika Taman Bungkul menjadi taman terbaik di dunia karena taman ini memiliki keunikan dan kemegahan.Berikut ini kami sajikan beberapa keunikan dan kemegahan yang dimiliki oleh Taman Bungkul.

Menjadi Arena Bermain Anak-anak

rakanews.com
rakanews.com

Setiap malam, khususnya hari Sabtu dan Minggu, kita selalu mendengar tawa renyah anak-anak yang ditemani orang tuanya bermain di Taman Bungkul. Di taman ini, semua persoalan yang ada seakan-akan sirna ditelan oleh keindahan dan keramaian Taman Bungkul di malam hari. Kita akan menjumpai anak-anak bermain di tengah semburan air mancur. Di bagian lain taman tersebut, terdapat anak-anak berlarian mengitari bundaran tengah taman. Di taman ini pula, para pedagang kopi dan makanan berbaur dengan para pedagang mainan anak-anak keliling menjajakan dagangannya.

Tak jarang, di taman ini, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu, kerap terdapat panggung musik dan acara lain. Sejak diresmikan pada 21 Maret 2007 lalu, Taman Bungkul menjadi destinasi para muda-mudi untuk bercengkrama. Di area yang mempunyai luas sekitar 900 meter persegi dan mempunyai fasilitas pendukung seperti amfiteater, menjadi tempat berkumpul bagi warga Surabaya.

Taman Bungkul memiliki fasilitas komplet

Selain mempunyai arena bermain anak-anak,Taman Bungkul juga mempunyai fasilitas yang mendukung bagi para pelajar, pekerja kantoran maupun pekerja pabrik yang ingin bersantai. Di taman ini terdapat fasilitas akses Internet nirkabel (wi-fi) yang bisa kita gunakan untuk mencari data di internet, sambil menikmati alam Surabaya di siang hari.Fasilitas wi-fi tersebut gratis dan kita bisa memanfaatkan kapan saja kita mau.

Selain wi-fi,fasilitas lain yang terdapat di Taman Bungkul, bisa kita manfaatkan secara gratis, kecuali uang untuk parkir dan makanan serta minuman yang kita beli. Bahkan beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar taman, tidak diwajibkan untuk membayar pajak atau retribusi.

Selain itu, Taman Bungkul juga menyediakan arena skateboard. Setiap hari, arena ini selalu dipenuhi oleh para komunitas penggemar papan luncur untuk latihan.

Sentra PKL Tertata Rapi di Taman Bungkul

Di Taman Bungkul juga terdapat sentra PKL yang sebagian PKL menjual menu kuliner khas Surabaya, seperti lontong balap Wonokromo,semanggi Suroboyo, rujak cingur, lontong mie, dan menu makanan lain yang menjadi kuliner favorit bagi pengunjung. Semua warung-warung makan terorganisir secara rapi di taman ini. Pedagang kaki lima yang menjajakan kue-kue juga tidak ingin ketinggalan untuk berebut pembeli. Para pedagang tersebut sangat antusias untuk menawarkan barang dagangannya ke para pengunjung.

Tersedia Air Minum Gratis untuk Pengunjung Taman Bungkul

Taman Bungkul juga difasilitasi dengan PDAM yang diresmikan oleh Wali Kota Surabaya, Bambang D.H pada tahun 2009. Di taman ini terdapat wastafel yang airnya bisa langsung diminum. Bagi pengunjung yang tidak membawa atau kehabisan air minum, bisa mengisi botol minumannya di instalasi air siap minum secara gratis. Tentu hal ini menjadi keunggulan bagi taman tersebut.

Berziarah ke Makam Wali Sambil Berwisata di Taman Bungkul

Pada awalnya, tempat ini hanya dikunjungi oleh para peziarah yang ingin berziarah di Komplek Makam Sunan Bungkul. Sebelum disulap menjadi taman Kota Surabaya nan mempesona, tempat ini merupakan komplek pemakan tua yang gelap dan terlihat sangat angker. Namun, oleh Pemerintah Surabaya, sekitar tempat ini disulap menjadi taman yang indah dengan tujuan agar para peziarah dan warga Surabaya bisa menikmati suasana alam Surabaya.

Nama Taman Bungkul sendiri, diambil dari nama Mbah Bungkul, yang makamnya di belakang taman. Mbah Bungkul adalah panggilan dari Ki Supo atau Ki Ageng Bungkul, seorang ulama besar yang hidup di zaman Kerajaan Majapahit pada abad XV.Menurut sejarah, Mbah Bungkul yang disebut sebagai Sunan Bungkul ini, juga saudara ipar dari Sunan Ampel.

Semasa hidupnya, Mbah Bungkul yang tinggal di Surabaya ini, pernah membuat sayembara. Sayembara tersebut adalah barangsiapa yang berhasil memetik buah delima di pekarangan rumahnya, maka si pemetik buah tersebut akan dinikahkan dengan putrinya, Dewi Wardah.

Ternyata, pohon delima tersebut bukan sembarang pohon. Karena setiap orang yang dapat memetik buahnya akan mati. Meskipun demikian, bukan berarti sayembara tersebut tidak ada yang bisa memenagkannya. Rezeki berpihak kepada Raden Paku atau yang lebih kita kenal Sunan Giri. Secara tidak sengaja, Sunan Giri melewati pohon delima yang menakutkan itu. Tiba-tiba, buah delima tersebut jatuh dan menimpa kepalanya.

Kejadian yang dialami oleh Sunan Giri tersebut dilaporkannya kepada Mbah Bungkul dan gurunya, Sunan Ampel. Setelah kejadian tersebut,sesuai isi dari sayembara, Sunan giri dinikahkan dengan Dewi Wardah. Karena pengaruh Islam, Mbah Bungkul ini mendapat gelar dengan sebutan Sunan Bungkul. Ketika meninggal dunia, Mbah Bungkul disemayamkan di tempat yang saat ini dikenal dengan nama Taman Bungkul.